Fashion, Food, and Entertainment Center

Opening Hours Mal : 10.00 - 22.00 WIB

Berkenalan Lebih Dekat dengan Bhin-Bhin, Atung & Kaka

Perhelatan akbar Asian Games 2018 dimulai bulan Agustus 2018. Istimewanya kali ini, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 40 cabang olahraga akan dilombakan di Jakarta dan Palembang selama kurang lebih 2 minggu lamanya. Segala persiapan telah dilakukan termasuk salah satunya membuat maskot yang menjadi icon Asian Games 2018. Apa saja maskot Asian Games kali ini? Yuk, kenalan lebih dekat sama mereka!

Bhin-Bhin
Adalah Cendrawasih (Paradisaea Apoda) melambangkan strategi. Bhin-Bhin memakai rompi dengan pola Asmat khas dari Papua.

Burung kuning bersayap ini merupakan Burung Cendrawasih asli Papua. Keindahan dari bulunya memang sudah terkenal sejak lama dan tidak heran jika Burung Cendrawasih memiliki julukan Bird of Paradise. Meski demikian, ternyata keberadaan Burung Cendrawasih ini sangat terancam akibat perburuan liar. Oleh karena itu, Bhin-Bhin diangkat menjadi salah satu maskot Asian Games 2018 untuk mengingatkan kembali pentingnya untuk menjaga keberlangsungan hidup burung yang dipercaya oleh masyarakat setempat sebagai burung yang turun dari khayangan. Bhin-Bhin merupakan maskot Asian Games 2018 yang melambangkan strategi dari setiap kontingen dalam berkompetisi.

Atung
Adalah Rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) melambangkan kecepatan. Atung menmakai sarung dengan motif batik Jakarta pola tumpal.

Binatang selanjutnya yang menjadi maskot Asian Games 2018 adalah Rusa Bawean asal Gresik, Jawa Timur. Melambangkan kecepatan, Rusa Bawean dikenal sebagai hewan yang lincah dan cekatan karena didukung oleh postur tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis rusa lainnya. Sama halnya dengan Burung Cendrawasih, populasi Rusa Bawean juga semakin menipis dikarenakan semakin langkanya hutan jati yang menjadi habitat asli dari rusa ini.

Kaka
Adalah Badak Bercula Satu (Rhinoceros Sondaicus) melambangkan kekuatan. Kaka menggunakan pakaian tradisional pola bunga dari Palembang.

Kaka merupakan Badak Bercula Satu atau Badak Jawa yang hanya dapat ditemui di Ujung Kulon. Dengan bobot tubuh yang sangat besar hingga mencapai 3 ton, kulit yang keras, serta cula yang bisa memanjang hingga 20 cm tidak heran jika Kaka menjadi maskot yang melambangkan kekuatan dari setiap atlet yang berlaga di Asian Games kali ini. Meskipun demikian, kekuatan Badak Bercula Satu ternyata tidak bisa melindunginya dari ancaman kepunahan. Hingga kini, diperkirakan hanya tinggal sekitar 50-60 ekor Badak Bercula Satu yang masih hidup. Dengan mengangkat Kaka sebagai maskot Asian Games 2018, diharapkan masyarakat dunia dapat lebih memperhatikan keberlangsungan hidup Badak Bercula Satu.

Nah setelah kenal lebih dekat dengan maskot Asian Games 2018, siapa favorit kamu Blovers?